Kekuatan Author dan Representasinya sebagai alat kuasa
Author (indonesia: Penulis) adalah
Descender adalah Author (Penulis naskah, Ketua Direksi, Sutradara dsb.)
Untuk menjadi Author, maka perlu kualifikasi biar pertunjukkan yang dihasilkan itu "indah"
Kualifikasi ini, sudah muncul beberapa kali (meskipun tidak lengkap). Yang paling relevan, "Descender memiliki Kehendak untuk melawan dunia". Hubungan Kehendak & "Author" bisa ditafsirkan menjadi kuasa untuk menciptakan naskah, mengawasi jalannya cerita, mengoreksi kesalahan penampilan, dsb.
Untuk menjadi Author, tidak bisa sembarangan. Translator tidak serta merta punya kuasa untuk mengubah artstyle atau plot misalnya, meskipun Translator sebagai entitas punya 'kuasa penuh' untuk "mengubah bahasa" yg akan dibaca. Contoh lain, Pembaca. Sifatnya secara utuh menguasai penuh hak "apa" dan "bagaimana" sebuah cerita itu dikonsumsi. Tapi mereka tetap tidak berkuasa atas hak orang lain.
Analogi inilah, yg menjadi dasar "kualifikasi seorang Descender" karena wewenang nya yg maha luas dan amanatnya yang mengikat.
===
Dengan mengetahui hal tersebut, maka "Mengapa seseorang bisa menjadi Descender?" dapat dijawab bahwasannya entitas terkait telah sampai pada kualifikasinya.
Dalam penerapannya, ditambah dengan asumsi terkuat saat ini,
- Nibelung ialah Dragon King dari Teyvat Lama
- Yang melakukan perjalanan ke Sea of Stars
- Dan kembali ke Teyvat, sebagai sosok yang telah mendapat status Descender
Secara sekilas, implikasinya adalah:
- Nibelung pada awal ekistensinya (sebelum datangnya Phanes) adalah sosok yang belum berkualifikasi sebagai Descender
- Perjalanan ke Sea of Stars merubah kualifikasi Nibelung
- Karena kembalinya Nibelung sudah pada masa pemerintahan Phanes, ia dianugerahi dengan gelar Yang Datang Kedua alih-alih pertama (sudah diambil Phanes duluan)
*perkara apakah Descender wajib seorang Outlander atau bukan mungkin tidak terlalu relevan secara narasi. terlebih, tidak bijak untuk menelan mentah-mentah "istilah" apa adanya
===
Kemudian ada juga secara tematik, "penobatan" Phanes sebagai First Descender ditandai dengan kehendak yg dimilikinya untuk menciptakan & menumbuhkan kisah kemanusiaan (bahkan secara literal, melakukan transformasi wilayah biar tanah Teyvat cocok untuk kehidupan manusia. Selayaknya seorang Author)
Dan kontrasnya, Nibelung yang menjadi Second Who Came ditandai dengan kehendak yg dimilikinya untuk "mengembalikan Teyvat seperti sedia kala" (koreksi penampilan) dengan memerangi antek-antek Celestia. Selayaknya seorang Author
Untuk detail-detail yang lain, misal "Kenapa Char X ga jadi Descender". Alasan yg sama juga berlaku
Kenapa Alice ga jadi Descender? Berarti kehendak nya kurang. Sebagai penulis naskah udah oke, backingannya ada Barbeloth & Mage2 yg lain. Tapi Dia sendiri ga berminat untuk berkomitmen full time menjadi Sutradara.
Demikian pula dengan Surtalogi misalnya. Perumpamaannya, Surtalogi jadi Descender itu tipikal yg bikin kisah isinya rage bait semua. kehendak nya sangat kuat buat jadi direktur, tapi skill bikin plot nya tanda tanya besar